Kajian Ideologi Islam

Juni 29, 2008 § 6 Komentar

Bagaimana seharusnya Kajian Ideologi Islam itu?

Mungkin tidak akan seperti yang disangka kebanyakan orang, kajian ideologi Islam itu harus bersifat subjektif. Namun subjektif di sini bukan berarti kita mengkaji masalah dengan pandangan kita sendiri tapi sesuai namanya, kajian ideologi Islam, harus membedah masalah dengan pisau analisis ideologi Islam.

Saya sendiri pernah tidak mengerti mengapa disebut subjektif. Bukankah bila kita menganalisis suatu pasti hasilnya sama saja, seperti misalnya dalam kasus BBM setelah dianalisis pemerintah berpihak kepada kepentingan asing bukan rakyat? Bukankah ini sesuatu yang objektif?

Memang hal ini betul begitu. Tapi kajian ini harus bisa memberikan keputusan apakah tindakan pemerintah tersebut benar atau salah. Karena kita tidak berhak menentukan benar atau salah tindakan pemerintah membuka sumber daya alam agar dikelola asing. Yang berhak menentukan benar salahnya hanyalah Islam. Selain itu, hanya Islamlah yang akan memberikan jawaban bagaimana seharusnya BBM ini di kelola.

Jadi tugas kajian ideologi Islam bukanlah sekadar mengkaji fakta saja, tetapi harus kemudian dilanjutkan dengan menghukumi fakta yang terjadi dengan Islam lalu menjelaskan bagaimana sebenarnya Islam mengatur hal tersebut.

Kembali ke contoh kasus BBM misalnya, fakta muncul di permukaan pemerintah menaikkan harga BBM yang mengakibatkan penderitaan masyarakat. Setelah dikaji lebih dalam, permasalahan utama yang tidak sesuai dengan Islam adalah liberalisasi sektor migas dari hulu sampai hilir dan bukan pada masalah subsidi. Nah setelah ini, berikanlan solusi Islam yang menyatakan bahwa Islam melarang sektor energi untuk dimiliki segelintir orang apalagi asing. Menurut Islam sektor energi adalah kepemilikan publik yang seharusnya dikelola pemerintah untuk dikembalikan lagi kepada rakyat.

Mengapa harus seperti itu?

Jawaban fundamental dan radikal untuk pertanyaan ini sebenarnya sederhana. Kita telah memilih tiga pertanyaan mendasar dalam kehidupan ini dengan jawaban Islam. Pilihan tersebut kita ambil karena kita telah membuktikan bahwa tuhan itu ada dan al Qur’an adalah kalamullah.
Dari fundamen seperti inilah kita harus bersifat subjektif dalam setiap kajian kita. Setiap kajian kita haruslah ”memenangkan Islam dan mengalahkan ideologi selainnya” tanpa kompromi sedikit pun. Tidak ada jalan untuk mengatakan Islam salah kecuali ada yang bisa membuktikan tuhan itu tidak ada dan atau al Qur’an bukanlah kalamullah (yang tentu saja, setidaknya bagi saya, mustahil).

Selain itu, pada kenyataannya Islam memang mampu menjawab setiap problem yang dihadapi manusia. Hal ini karena teks-teks sumber hukum Islam telah lengkap mencakup semua problem yang ada. Ada sebagian orang yang meragukan kemampuan Islam dalam menyelesaikan setiap problem dengan mengatakan, ”ayat al Qur’an terbatas, hadits pun jumlahnya terbatas sedangkan masalah baru terus datang seiring dengan berubahnya jaman.” Islam telah datang dengan bahasa yang umum yang bisa menjangkau setiap permasalahan yang ada. Sebagai contoh misalnya hadits, “manusia berserikat pada tiga hal” hadits ini mengatur masalah energi dengan mewakilkannya dengan bahasa yang umum yaitu “api”, yang harganya adalah haram. Begitu pula pada permasalahan- permasalahan kontemporer lainnya.

Apa memangnya tujuan Kajian Ideologi Islam?Ada yang pernah bertanya, “Mengapa kita tidak bergerak pada wilayah akidah saja? Bukankah kalau masyarakat menerima akidah Islam mereka akan menerima Islam apa adanya?” Saya pun pernah berpikir seperti itu. Hanya bila kita amati sebenarnya umat ini adalah umat Islam yang mereka memeluk akidah Islam. Kita juga melihat banyak partai yang berasaskan Islam dan bahkan mereka menolak untuk mengganti asasnya dengan pancasila.
Permasalahan yang ada bisa jadi adalah ketidakpercayaan diri dari umat Islam terhadap syariah Islam. Benarkah syariah mampu menyelesaikan problematika yang mereka hadapi saat ini? Atau apakah syariah berbicara tentang problematika yang saat ini terjadi? Pertanyaan-pertanya an seperti ini muncul karena memang umat tidak mempunyai gambaran lagi bagaimana Islam mengatur setiap masalah yang muncul. Keberadaan partai-partai Islam saat ini malah makin memperkuat keraguan umat. Jika melihat kerja mereka hampir tidak ada bedanya dengan partai sekuler pada umumnya. Bahkan justru malah berkasus sehingga makin mengaburkan gambaran Islam yang sebenarnya.

Oleh karena itu, kajian ideologi Islam haruslah dapat memperlihatkan kepada umat bagaimana keampuhan Islam dalam menyelesaikan setiap masalah yang muncul. Sehingga dengan demikian tumbuh kepercayaan diri umat terhadap Islam. Dengan kepercayaan diri ini, pada gilirannya, akan mendorong umat untuk ikut bersama sama memperjuangkan Islam. Lebih khusus dari itu, kajian ideologi Islam ini haruslah bisa menciptakan generasi ideologis yang paham secara mendalam akan Islam.

Yang lebih penting lagi, kajian ideologi Islam ini haruslah mendukung kewajiban kita sebagai muslim dalam mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan daulah khilafah melalui jalan umat. Malah mungkin kita harus memilih dan memprioritaskan kajian yang mempunyai relevansi terhadap tujuan ini. Seperti yang disebutkan sebelumnya ketidakpercayaan umat ini muncul karena umat kehilangan gambaran yang jelas mengenai bagaimana seharusnya setiap problem yang mereka miliki diatur secara Islam. Sebab, gambaran yang jelas justru akan muncul setelah Islam diterapkan di bawah naungan daulah khilafah.[]

About these ads

§ 6 Responses to Kajian Ideologi Islam

  • zuhair mengatakan:

    Yang benar itu kajian ideologi atau kajian ideologis? Atau keduanya benar, dengan pengertian masing-masing?

  • irfan mengatakan:

    sepanjang saya belajar nulis, nggak masalah bila nggak sesuai eyd. asal bisa dipahami orang. kalau misalnya bahasa yang saya tulis kurang bisa dipahami saya akan cari kata lain. tapi kalo bisa yah cukup lah. ok?

  • kertaskuning mengatakan:

    Beuh, komen tuh yang nyambung isi kek. Boleh komen kayak gitu tapi isinya tampilin jg. komentarin isinya juga.

    Apabila kita mencoba menganalisis sesuatu pasti ada parameter utama yang kita gunakan. Dan parameter utama kita adalah hukum syara. Karena itu, haruslah benar kita untuk selalu menghukumi kajian2 dengan sudut pandang islam.

    Fan, mana tulisan sosialismenya? dtunggu banget

  • irfan mengatakan:

    sabar ya, banyak yang mau saya muntahkan. ada yang dah jadi dan ada yang masih di kepala. satu satu keluarnya. yang kamu mau masih belum jadi prioritas.

  • gufron fauzi za. mengatakan:

    yg menyebebkan keraguan terhadap ideologi islam salah satu nya di kalangan legis latif dsan mayoritas yg menduduki kursi orang islam tapi kelakuan nya semua seperti sampah kapitaliss

  • iman mengatakan:

    Islam adalah ideologi paling sempurna bagi setiap muslim dan bersifat mutlak tidak ada keraguan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kajian Ideologi Islam at إرفان حبيبي.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: