Pasti Mati

Juli 3, 2008 § 4 Komentar

Setiap yang bernyawa pasti mati. Begitu pun manusia, tidak selamanya ruh, yang merupakan rahasia ilahi, akan berada di jasadnya. Suatu saat, di saat yang telah allah tentukan, kematian akan datang. Hal ini telah kita ketahui secara rasional. Adalah pertanyaan bodoh jika sampai ada pertanyaan, dengan alasan empirik misalnya, “Bagaimana saya bisa yakin bahwa saya akan mati sebelum saya mati?” Namun demikian, banyak orang yang lupa bahkan berusaha melupakan dan menghindari pembicaraan seputar kematian. Karena itu al Qur’an mengingatkan kepada kita perihal kematian ini.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. [TQS al Ankabut 57]

Padahal melupakan kematian tidak akan menghentikan kematian datang menemui kita. Memang mungkin menakutkan membicarakan kematian tetapi ingatlah kematian itu perkara yang besar. Dan perkara setelah kematian adalah perkara yang lebih besar lagi.

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [TQS Al-Jumu’ah 8]

Sikap melupakan kematian merupakan sikap yang bodoh. Dengan melupakan kematian kita akan lupa mempersiapkan diri menghadapi kematian. Dan begitu pula sebaliknya orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati lalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dan kehidupan setelahnya. Rasulullah bersabda:

Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian. [HR Tirmidzi]

Mengingat kematian bukanlah lantas membuat kita menjadi berdiam diri. Justru sebaliknya. Dengan mengingat kematian, seorang muslim yang berpikir cemerlang, akan mengisi kehidupan dengan lebih produktif. Mereka akan berusaha agar kematian mereka menjadi akhir yang baik (husnul khatimah). Karena mereka tidak tahu kapan ajal akan datang, mereka senantiasa khawatir akhir hidup mereka diisi dengan perbuatan yang buruk. Ada orang orang yang hidup sampai tua ada pula yang diwafatkan sebelum itu.

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). [TQS al Mu’min 67]***

§ 4 Responses to Pasti Mati

  • yupz… mencerahkan…

    kumaha damang?
    tos lami teu papendak.
    jangan jangan udah lulus ya?
    oh ya tulisan di atas ada sedikit tambahan pada paragraf awal dan pergantian judul. kemarin saya baru baca tulisan yang agak lucu. cukup memperlihatkan ketololan filsafat. karena cukup terkait saya masukkan ke tulisan ini. madrid punya blog kan, saya link ya?
    irfan

  • saha cing mengatakan:

    kang, link keun blog saya dong.. kyakya

    nama kamu bener nggak dy
    irfan

  • Sip, bahaya kalo terlalu berfilsafat mah.
    Alhamdulillah saya dah lulus secara de facto.
    Klo secara de jure harus menunggu 19 Juli.

    Blog saya sudah lama tidak aktif, ga bermutu ;)
    Kalo mau mah mending link ke komunitas saya aja, keliatan kan di komentar ini?

  • schlachthausabattoir mengatakan:

    tergantung definisi filsafat yang diadopsi kang.. -_-

    filsafatnya empirisme ekstrem kali yak?
    irfan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pasti Mati at إرفان حبيبي.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: