Pertanyaan Besar

Juli 2, 2008 § 6 Komentar

“Dari Mana Aku Berasal?”
Apakah aku diciptakan atau tidak?
Siapakah yang menciptakanku?
Apakah aku diberi misi penciptaan?

“Ke mana Aku Setelah Mati?”
Apa ada kehidupan setelah kematian?
Apa amalku di dunia akan dihitung atau tidak?
Apa perbuatanku itu akan dibalas atau tidak di akhirat?

“Untuk Apa Kehidupanku di Dunia?”

§ 6 Responses to Pertanyaan Besar

  • Wisnu Sudibjo mengatakan:

    assalamualaikum,

    pan…kemaren aku ngobrol sama si uqi..

    katanya pas rapat tim materi INKM ada yang nanya gini dari HIMAFI:

    “Kenapa kok kita harus melawan saat ditindas?”

    hmm….aku ketawa ngakak…lucu juga ya…

    memang benar keterpurukan umat ini akibat rendahnya taraf berpikir
    jadi ingat cerita pas tartar nyerang bagdad
    saat seorang tentara mereka nemu orang yang sembunyi di bawah jembatan
    kata tentara tartar “awas kalian jangan pergi, saya ambil pedang dulu”
    dan pas tentara tartar itu balik ternyata orang itu masih ada
    dan mati deh
    irfan

  • hariyadi mengatakan:

    jadi ingat cerita pas tartar nyerang bagdad
    saat seorang tentara mereka nemu orang yang sembunyi di bawah jembatan
    kata tentara tartar “awas kalian jangan pergi, saya ambil pedang dulu”
    dan pas tentara tartar itu balik ternyata orang itu masih ada
    dan mati deh.
    __________________________________________________

    Jelas orangnya gak pergi, lha wong orang tartar bahasanya apa dia apa. Jadi waktu tentara tartar ngomong awas jangan pergi, saya ambil pedang dulu. Si orang ngumpet mikirnya “kamu sembunyi aja, saya gak kan ngapa-ngapain kamu”. Karena bahasanya beda! 🙂’ Joudan da yo

    ah si haryadi ngerusak flow aja
    dah ah tetep aja kemunduran berpikir
    dah jelas2 musuh nyerang, masa husnudon begitu aja
    irfan 8)

  • schlachthausabattoir mengatakan:

    enak ajah.. -_-

    ga ada hubungannya dengan taraf berpikir itu.. justru itu yang namanya KRITIS kk!!
    kalo hidup dengan acuan materialistik, maka buat apa hidup kalo mati cuman jadi tanah!!
    kalo hidup dengan acuan idealis, maka perbuatan tergantung idealnya.. kalo idealnya masochist, maka mati adalah surga tertinggi..
    kalo idealnya Islam, ya dilawan..

    nah sekarang, idealisme para mahasiswa apa?? ataukah mereka menganut epistemologi kiri??
    jangan sotoy uy!!

    sebenarnya kalo yang ngomong gitu muslim,
    saya pikir tepat apa yang saya ungkapkan di atas.
    seharusnya dengan ke-muslim-an ungkapan seperti itu tidak akan muncul
    saya sebut taraf berpikir rendah karena tidak bisa mengaitkan antara fakta penindasan
    dan sikap seorang muslim terhadap penindasan.
    ya saya memang sotoy langsung mengasumsikan yang ngomongnya muslim
    eh, yang ngomongnya muslim bukan?
    irfan

  • syauqi mengatakan:

    wanda.. tapi dengan “kemusliman” jaman sekarang, sudah ga bisa lagi kita generalisir mereka itu mengerti betul kenapa mereka muslim.. justru dengan mempertanyakan hal2 yang mendasar itu mereka sedang memikirkannya.. temen ane juga ada yang dari keluarga muslim sekarang jadi berpaham sinkretisme.. padahal pernah masuk harakah segala..

    kalo sudah begitu, maka harakahnya yg mandul atau temen ane yang bego?? atau dua2nya??

    btw.. ane setuju ama kang hariyadi kang.. -_-

    riwayat tentang perbuatan orang tidak bisa sama sekali disimpulkan mengenai apa yang ada dalam hatinya.. kita cuman bisa tau orang yang di bunuh tartar itu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan agama..
    dan kita cuman bisa menyalahkan dia karena itu saja.. bukan karena “rendah berpikir”.. karena kesimpulan2 skeptis macam itu sama sekali tidak bisa dibuktikan.. apa hubungannya rendah berpikir dengan orang itu diam saja?? banyak premis yang loncat.. cerita ngasal si kang Hariyadi juga bisa masuk dalam enalaran premisnya.. dan itu masih logis kang.. bisa juga orang itu ketakutan setengah mati.. kalo begitu kan bukan berpikirnya yan bermasalah.. tapi mental da keimanannya..

    walopun begitu kesimpulan2 tadi tidak akan pernah ilmiah.. jangan ikut2an sejarawan barat yg skeptis kang!!

    ampun deh
    oke saya memang salah
    saya hanya memberikan ilustrasi suatu kebodohan
    sesuai dengan asumsi yang saya gunakan terhadap cerita itu
    kalau kejadiannya tidak seperti itu berarti asumsi saya salah dan kesimpulannya pun tentu salah
    saya hanya menceritakan kembali apa adanya, apa yang pernah saya dengar

    saya di sini bukan mau berdebat tentang seseorang itu berpikir mendalam atau bukan
    yang saya ungkapkan bukan seseorang yang rendah taraf berpikirnya
    tapi kemunduran umat ini karena rendah taraf berpikirnya
    ini yang hendak saya sampaikan
    kalau kesimpulan saya salah tentang cerita tartar dan teman ente ya saya minta maaf
    tapi setuju kan dengan yang saya hendak utarakan?
    irfan

  • syauqi mengatakan:

    ya2.. setuju2 aja..

    rendah taraf berpikir artinya bukan kemampuan berpikir saja yang rendah.. tapi keinginan untuk berpikir itu sendiri..

    termasuk topik utama tulisan ini..(kayaknya lebih panjang komentar daripada tulisannya.. -_- ngejunk wae sih..)

    kaum muslim ga pernah mempertanyakan perbuatan mereka, tujuan hidup mereka, pertanyaan2 besar yang harus dijawab..

    karena ada diskusi ini sebenarnya saya mo nulis juga tentang level berpikir. tentang berpikir dangkal ada poin yang mirip dengan yang ente sebut. tapi kayaknya lain kali aja ya. irfan

    karena ga pernah punya acuan hidup seperti itulah, kaum muslim sekarang cuman terombang-ambing oleh zaman yang dikendalikan ideologi kapitalisme seperti saat ini..

  • bumiridho mengatakan:

    Wah saya jadi inget materi yang dikasih ama Kang siapa ya? idho lupa kang yang jelas pas saya kelas 1 beliau kelas 3 sekarang kalo gak salah pernah ketemu di teknik material (jadi bukan kang ageung) siapa ya kang ? lupa euy
    namanya kang hari.

    rencananya saya mo nulis juga jawabannya. sedang dalam proses, ditunggu aja ya! ido punya blogkan saya link ya? oh ya, maap saya lagi sibuk di rumah amal jadi nggak bisa bantu2 PdanK. irfan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pertanyaan Besar at إرفان حبيبي.

meta

%d blogger menyukai ini: