Followership

Januari 6, 2009 § 2 Komentar

Banyak orang menekankan pentingnya leadership dalam berorganisasi. Padahal ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan dalam berorganisasi, yaitu followership. Setiap anggota organisasi haruslah memiliki followership agar organisasi berjalan dengan baik.

Tipe Pengikut

Pada kenyataannya, jika melihat organisasi-organisasi kemahasiswaan saat ini, setidaknya ada empat tipe pengikut. Empat tipe ini dilihat didasarkan kinerja dan interaksinya dengan anggota tim yang lain. Keempat kriteria tersebut adalah:

Bawahan (Subordinate). Tipe pengikut seperti ini memiliki kinerja dan interaksi  rendah dalam organisasi. Pengikut seperti ini merupakan pengikut pasif, tidak memiliki inisiatif dan kurang terikat dengan tim bahkan jarang muncul bersama anggota tim lainnya. Dia hanya mengerjakan apa saja yang diperintahkan. Yang paling parah tipe ini seringkali menjauh dari organisasi.

Kontributor (Contributor). Tipe pengikut ini memiliki kinerja tinggi namun interaksinya rendah. Mereka tidak mau terikat dengan tim tapi rajin dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Pengikut tipe ini senang bekerja sendirian bahkan mungkin kesulitan ketika bekerja sama dengan orang lain.

Politisi (Politician). Tipe pengikut ini merupakan pengikut yang mudah berinteraksi dengan anggota tim lainnya tetapi kinerjanya rendah. Mereka memiliki ciri kemampuan interpersonal tinggi dan mudah menjalin relasi. Hanya saja rasa tanggung jawab dan integritasnya rendah sehingga tugas-tugasnya terbengkalai.

Rekan (Partner). Pengikut tipe ini memiliki kinerja dan interaksi tinggi dalam organisasi. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas dengan baik tetapi juga pandai dalam menjalin hubungan dengan anggota organisasi yang lain.

Pengikut dengan tipe politisi mungkin pada awalnya disukai orang-orang tetapi bila ia selalu menghindar dari tugas orang-orang akan mulai membencinya. Apalagi bila ia pintar mencari alasan untuk lari dari tugas-tugasnya. Tipe kontributor mungkin lebih baik dari tipe politisi namun alangkah aneh bila ada seseorang yang selalu mengerjakan tugas-tugas organisasi namun kita tidak mengenalnya, tentu hal ini tidaklah sehat bagi organisasi. Apalagi kurangnya interaksi dengan anggota tim lain dapat membuka peluang salah paham yang besar.

Tipe pengikut yang baik tentu saja tipe rekan. Jika sebuah organisasi memiliki anggota dengan tipe ini, visi dan perubahan yang dibawa  pemimpin akan mudah tercapai. Sebaliknya, pengikut tipe bawahan malah mempersulit kerja organisasi. Walaupun namanya tercantum dalam organisasi, tetapi pengikut tipe bawahan ini tidak memberikan sumbangsih kepada organisasi.

Urgensi

Agar berjalan dengan baik, sebuah organisasi tidak hanya membutuhkan kepemimpinan yang baik, tetapi juga harus memiliki followership/kepengikutan yang baik pula. Followership ditunjukkan dengan komitmen tinggi pada organisasi. Komitmen seorang pengikut kepada pemimpin tidak berarti dia harus selalu setuju kepada pemimpinnya. Justru komitmen ini melahirkan inisiatif, kekritisan, integritas, dan kinerja tinggi dalam organisasi.

Followership merupakan prasyarat kepemimpinan efektif. Begitu pula sebaliknya, jika pengikut tidak memlilikifollowership yang baik dan tidak mengikuti pemimpin dengan baik,  beban pemimpin menjadi lebih berat. Coba kamu renungkan, bukankah jika kamu menjadi seorang pemimpin kamu berharap anggota-anggotamu mau bekerja sama dan mengikuti arahanmu?

Selain bermanfaat bagi organisasi, pengalaman menjadi pengikut yang baik akan berguna saat giliran menjadi pemimpin. Pengalaman tersebut menuntun kamu memimpin organisasi secara efektif karena kamu mengetahui seluk beluk organisasi dengan baik sampai ke tingkat paling kecil.

Menjadi Pengikut yang Baik

Menjadi seorang pengikut yang baik sebenarnya mudah. Ketika  jelas siapa yang bertanggung jawab, maka kamu tinggal mengikutinya. Tanggung jawab seorang pemimpin bukanlah hal sepele. Pemimpin tidak hanya bertanggung jawab akan tercapainya visi, tetapi bertanggung jawab pula atas setiap tindakan salah yang dilakukan pengikutnya.

Namun jangan lupa, sebagai pengikut, kita harus mengikuti pemimpin dengan penuh inisiatif dan kekritisan. Inisiatif tentu dibutuhkan karena seorang pemimpin tetap saja manusia biasa yang mungkin lupa akan hal penting. Bahkan bisa jadi dia melakukan kesalahan atau melenceng dari tujuan organisasi. Di sini sikap kritis kita sebagai pengikut menjadi penting.

Menurut Lussier dan Achua (2004), ada beberapa sikap yang harus dibangun untuk menjadi seorang pengikut yang baik. Sikap-sikap itu yaitu:

  • memberikan dukungan kepada pemimpin,
  • memiliki inisiatif tinggi,
  • mencari dan menerima umpan baik dari pemimpin ,
  • melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diterima,
  • memperlihatkan apresiasi,
  • selalu menyampaikan apa yang dikerjakan pada pemimpin,
  • sabar atas sikap buruk pemimpin.

Kondisi Mahasiswa

Sikap seorang pengikut yang baik dalam organisasi kemahasiswaan yang perlu ditumbuhkan adalah inisiatif. Seringkali ketika dalam suatu rapat mencari solusi tertentu mereka yang hadir enggan memberikan masukan karena biasanya mereka yang memberikan masukan malah ditunjuk menjadi penanggungjawabnya, alias menjadi tumbal. Karena kebiasaan itu, orang cenderung tidak mengeluarkan ide-idenya.

Ketika setiap orang malas berinisiatif,  gagasan tidak akan keluar. Padahal gagasan yang ada bisa jadi malah mempermudah kinerja organisasi. Hendaknya setiap orang tidak segan  memberikan gagasan yang baik, dan juga tidak segan  menerima tanggung jawab. Kita harus menyadari, dengan kondisi kemahasiswaan yang ada, setiap orang pada dasarnya memiliki beban yang sama beratnya. Tentu tugas yang ada akan lebih ringan bila setiap orang sama-sama berinisiatif, bukan sama-sama menghindari tanggung jawab.

Selain itu, perlu dikembangkan juga komunikasi. Dalam sebuah organisasi penting agar setiap orang memiliki informasi yang sama dalam organisasi. Baik informasi dari pemimpin ataupun dari anggota yang lain. Sampainya informasi mengenai langkah-langkah dan perubahan yang diambil organisasi akan mempermudah dan menghilangkan salah paham dalam mengerjakan tugas organisasi.[]

§ 2 Responses to Followership

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Followership at إرفان حبيبي.

meta

%d blogger menyukai ini: