Tiga Hambatan Menulis

Februari 10, 2012 § 1 Komentar

Masih sering menemui hambatan ketika menulis? Jika ya, Anda perlu tahu mengapa hambatan menulis atau writers block bisa terjadi untuk mengatasinya. Setidaknya ada tiga hambatan menulis yang setiap jenisnya memiliki penanganan yang berbeda. Hambatan-hambatan tersebut yaitu hambatan motivasi, hambatan persepsi, dan hambatan teknis.

Hambatan motivasi

Hambatan motivasi merupakan hambatan yang paling penting untuk dipecahkan pertama kali. Banyak orang yang ingin menulis hanya karena kagum terhadap karya-karya penulis terkenal. Namun sebenarnya tidak benar-benar ada yang ingin ditulis atau dibagi. Orang yang memiliki masalah dengan motivasi cirinya memiliki keinginan menulisnya tapi plin plan mengikuti apa yang sedang dibaca. Ketika kagum dengan sebuah novel ingin membuat novel. Ketika kagum dengan tulisan bertema pendidikan, latah ingin menulis tema pendidikan.

Penulis seperti ini bisa jadi tidak memiliki AMBAK. AMBAK merupakan singkatan dari Apa Manfaatnya BagiKu. Menanyakan AMBAK perlu dilakukan lebih dahulu untuk mengetahui benarkah hambatan motivasi yang terjadi. Bila AMBAK-nya telah ditemukan, apapun resikonya Anda akan belajar menulis dengan sungguh-sungguh.

Namun bisa jadi jawabannya adalah Anda merasa menulis tidak benar-benar bermanfaat bagi Anda. Jika tidak ada manfaat yang layak diperjuangkan, sebenarnya Anda tidak perlu memaksakan diri menulis. Memaksakan diri tanpa AMBAK malah akan membuat menulis menjadi pekerjaan yang menyiksa. Padahal masih banyak pekerjaan lain yang lebih bermanfaat dan menyenangkan selain menulis.

Ada jenis hambatan motivasi yang lain. Mungkin AMBAK-nya sudah punya tetapi ada gangguan dari luar. Saya mengalami hal tersebut pada masa-masa terakhir studi saya kemarin. Selain tidak ada dorongan untuk menulis, ide-ide menulis pun jadi tidak muncul. Yang ada di kepala saya hanya bagaimana agar dapat selesai kuliah sebelum batas waktunya. Kalau yang jadi masalah adalah fokus dan waktu, tidak perlu memaksakan menulis. Selesaikan dulu problem yang dihadapi. Setelah lulus, saya pun bisa kembali menulis hal-hal yang dahulu tertunda.

Hambatan persepsi

Mungkin Anda telah menemukan manfaat bagi diri pribadi. Namun Anda masih tetap kesulitan untuk menulis. Bisa jadi yang yang menghalangi Anda adalah hambatan persepsi. Hambatan ini biasanya hanya terjadi pada penulis pemula. Masalah utamanya ada pada pikiran sendiri. Karena itu, sekali sudah bisa dihancurkan, (harusnya) hambatan ini tidak kembali lagi.

Biasanya penulis pemula tidak PD (percaya diri) dengan karya yang dibuatnya. Hal ini karena mereka sudah menetapkan standar tinggi atas karyanya. Mungkin mereka membandingkan tulisan yang yang dibuat dengan karya-karya yang terkenal. Akibatnya mereka selalu bingung tiap kali mau membuat kalimat. Biasanya yang terungkap, “Kok Saya tidak bisa membuat kalimat-kalimat sebagus karya si X ya?”.

Cara membebaskan diri dari hambatan persepsi yang pertama ini adalah dengan menyadari bahwa setiap orang unik. Setiap orang punya kekhasan masing-masing. Justru kurang tepat bila Anda berusaha mengikuti gaya seseorang. Untuk belajar boleh coba-coba meniru, malah mungkin Anda perlu mencoba berbagai gaya. Tapi kalau malah menghambat, ya tinggalkan.

Mirip dengan masalah tidak PD, penulis pemula juga biasanya takut tulisannya dangkal. Misalnya mungkin ada mahasiswa teknik ingin ikut mengomentari masalah krisis ekonomi yang terjadi di bangsa ini. Namun selalu merasa kurang data dan bahan untuk menulis. Masalah ini muncul karena mereka berharap bisa menyaingi tulisan para ahli.

Jika ini masalahnya maka cara menyelesaikannya adalah Anda perlu menyadari kapasitas diri. Tulislah sesuatu sesuai dengan kapasitas diri. Silakan saja membicarakan krisis ekonomi tapi buang niatan menyaingi ahli, sudah pasti bakal kalah. Tulislah sesuatu yang tidak akan ditulis oleh ahli ekonomi. Coba sesuatu yang lebih personal, misalnya. Contoh bagaimana kehidupan mahasiswa dengan naiknya harga-harga barang. Atau kalau memang benar-benar ingin menyaingi ahli, ya harus siap prasyaratnya yaitu banyak baca dan banyak diskusi.

Ada beberapa masalah lain yang berkaitan dengan hambatan persepsi, tapi intinya menyelesaikannya sama saja. Anda perlu jujur pada diri sendiri. Tulislah apa yang ada dalam diri anda. Jangan khawatir bila tulisan kita tidak sebaik para sastrawan atau para ahli. Jangan khawatir dengan penilaian orang lain. Sadarilah bahwa setiap penulis pemula masih bisa terus berkembang.

Hambatan teknis

Hambatan terakhir adalah hambatan yang paling simpel dengan solusi-solusi yang sederhana. Pertama, mengeluarkan yang ada di pikiran. Misalnya Anda yang bingung bagaimana mulai menulis padahal idenya sudah ada. Solusinya mulai dari mana saja yang sudah terpikir. Kalau yang baru terpikir bagian penutup, ya tidak mengapa mulai dari bagian tersebut. Lalu setelah itu mengerjakan pembuka. Malah tidak masalah meski bagian isi, yang mungkin paling penting, justru dikerjakan paling akhir. Setelah semua ide keluar baru tulisan disusun ulang.

Kedua, membuat tulisan jadi lebih mudah dipahami. Mungkin setelah semua ide keluar, Anda kembali bingung bagaimana membuatnya menjadi mengalir. Bila Anda membuat tulisan bukan untuk lomba, maka solusinya juga sederhana. Cukup ingat tulisan terdiri dari pembuka, isi, dan penutup. Dulu waktu saya menulis opini atau resensi ke koran, yang saya ingat cuma pembuka-isi-penutup saja.

Ketiga, menyesuaikan tulisan dengan bentuk tertentu. Masalah ini cukup sering terjadi khususnya ketika ada lomba. Lomba penulisan mensyaratkan bentuk tulisan tertentu, misalnya essay. Timbul pertanyaan essay itu seperti apa ya? Atau apa itu artikel opini? Bagaimana bentuk resensi?

Hambatan-hambatan teknis ini hanya saya sajikan contoh-contohnya saja. Pada tulisan-tulisan berikutanya saya akan menjabarkan lebih jauh bagaimana mengeluarkan ide dalam pikiran, mengedit tulisan dan menyesuaikan bentuk-bentuk tulisan. Tetapi cara sederhana memecahkan hambatan teknis ini adalah dengan brain base writingseperti yang dibahas sebelumnya. Lakukan saja dulu freewritingtanpa menghiraukan urutan, bentuk atau keindahan tulisan. Nanti setelah selesai, tulisan diedit sesuai dengan bentuk tulisan yang diinginkan.

Selamat mencoba!

§ One Response to Tiga Hambatan Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tiga Hambatan Menulis at إرفان حبيبي.

meta

%d blogger menyukai ini: